Minggu, 15 September 2013

Volunteer Recruitment

Hampir setahun yang lalu, muncul ide untuk menginisiasi sebuah pergerakan untuk membantu tugas pemerintah dan LSM untuk memberantas tindak kriminal perdagangan orang. Tidak beberapa lama, ide tersebut dibuahi menjadi kenyataan, yang pada akhirnya dinamai FightBDG. Pergerakan ini terus berjalan dan mencoba membuat sesuatu yang berarti bagi masyarakat Bandung terutama dalam bidang pemberantasan perdagangan orang.

Telah banyak sekali pihak yang sampai saat ini membantu kita, diantaranya Bandung Creative City Forum (BCCF), MTV EXIT, IOM, Compassion First, Mahidhara Works, Sukabumi Kreatif, Good News From Indonesia (GNFI) dan beberapa institusi lainnya. Begitupun dengan individu, sudah banyak sekali orang-orang yang berada di balik kami untuk mendorong agar kami terus melanjutkan pergerakan ini. Tidak banyak yang bisa kami berikan kepada mereka kecuali ucapan terima kasih banyak dan upaya yang lebih keras.

Di usia yang hampir genap setahun, FightBDG mengundang partisipasi teman-teman khususnya yang berdomisili di Bandung untuk terlibat dalam pergerakan non-profit ini. Tidak ada kriteria khusus, kami hanya membutuhkan tekad yang kuat juga kebersamaan. Karena kami percaya, dengan kerjasama dan gotong royong, setiap masalah perlahan akan terkikis habis.

Untuk itu, berikut rinciannya:

- Silahkan mengisi formulir disini: Formulir
- Masa waktu voluntary ini berjalan selama 1 periode (3bulan)
- Tim volunteer akan terbagi kepada beberapa divisi, diantaranya divisi Program, Research&Development, Humas, Publikasi, Documentasi&Desain dan juga Kesekretariatan
- Setiap periode habis, volunteer akan diberikan apresiasi kerja berupa sertifikat dan juga merchandise

Jika ada pertanyaan lebih lanjut, bisa menghubungi 082117963860 atau via email: fightbandung@gmail.com



"If you can fight, fight! Be brave with help each other." - World War Z

Voluntary Act Needed

http://bit.ly/16tVvl5

Tertarik untuk melawan Human Trafficking?
Mari bergabung!
Kamu!

Voluntary Act for Three Month,
Click This http://bit.ly/16tVvl5

S.W


Senin, 15 Juli 2013

Lihat Sekitarmu! ( How to help Trafficked Person from your own )

Oleh Doni Marmer

Saat ini, sebenarnya korban-korban Perdagagan Orang sangatlah berbaur dalam gaya hidup masyarakat kita. Bisa saja tetangga kita yang ternyata menjadi korban ataupun pelaku Perdagangan Orang. Menurut UNODC kejahatan Perdagangan Orang sangatlah susah untuk dihentikan ataupun diselesaikan dalam waktu yang cepat, sehingga yang kita rasakan adalah ketidak amanan yang semakin merajalela.
Tetapi, bukan berarti kita sebagai masyarakat yang sadar akan adanya kejahatan Perdagangan Orang tidak bisa hanya tinggal diam dan tidak melakukan apa-apa. Selama kita masih menjadi bagian dari komunitas masyarakat dan memiliki kepedulian dengan sekitar kita dan dengan teman-teman kita yang nasibnya kurang beruntung, masih ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah dan menolong korban Perdagangan Orang, yaitu :

1.    Jika ada memperhatikan lingkungan sekitar anda saat ini, dan melihat ada orang yang menurut anda berpotensi merupakan korban Perdagangan Orang, langsung hubungi nomor hotline BNP2TKI ( 0800 1000 ) atau kepolisian setempat, guna untuk melaporkan kecurigaan anda dan meminta bantuan terhadap hal ini.
Ini adalah ciri-ciri korban Perdagangan Orang dan Hasil Eksploitasi yang bisa anda temukan pada umumnya sehingga dapat membantu anda mengidentifikasi korban :
                        Dalam Pekerjaan/Kondisi Kehidupan Sehari-hari
·         Sangat jarang sekali diperbolehkan keluar rumah/keluar tempat dia bekerja, kecuali bersama majikannya atau ada yang mengawasi mereka
·         Selalu mengenakan pakaian yang sama atau yang itu-itu saja setiap harinya tidak perduli cuaca seperti apapun.
·         Tinggal di tempat yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi, seperti di rumah yang memiliki jendela yang tinggi dan dipagari, penjagaan ketat oleh satpam, CCTV, kawat berduri, dsb.
·         Terlihat selalu bekerja sangat berat dan dalam jangka waktu yang tidak biasa, juga berlebihan
                         Kurangnya Pengawasan
·         Tidak memiliki dokumentasi dan tanda pengenal yang jelas, atau dipegang oleh orang lain (contoh : majikan, agensi, dsb)
·         Tidak diperbolehkan berbicara secara pribadi, dan biasanya selalu diwakili oleh pihak ketiga, meskipun kita tidak meminta
                         Kelakuan yang Tidak Normal
·         Ketika berada di tempat umum, terlihat ketakutan yang tidak biasa dan sikap cemas yang berlebihan
·         Selalu berusaha menghindari kontak mata ketika sedang diajak berbicara
·         Tidak mampu untuk menjelaskan di mana alamat dia bekerja atau tinggal
                         Kondisi Kesehatan yang Buruk
·         Terlihatnya ada beberapa tanda kekerasan di tubuhnya, seperti bekas pukulan, luka yang tidak wajar, dsb
·         Kondisi fisiknya yang terlihat kurang gizi dan stress
2.    Sebagai orang-orang yang lebih peduli terhadap kasus-kasus Perdagangan Orang, kampanyekan kepada lingkaran sosial anda bahwa perdagangan orang sangatlah berbahaya, dan cara melawanya adalah dengan memberikan kesadaran dan menjaga orang-orang yang anda sayang.
3.    Pahami bahwa jika anda yang sedang terjebak dengan situasi seperti :
·         Anda sedang dirayu untuk bekerja di luar negeri
·         Atau anda memang mendaftar untuk bekerja di luar negeri dengan menggunakan agen
Dan masih banyak hal lainya yang melibatkan anda terhadap praktik penipuan untuk di trafficking, ingatlah terhadap Safe Migration Conduct, yaitu 3 cara untuk melakukan migrasi yang aman, yaitu
1.    Jangan Buru-buru, banyak bertanya. Apabila anda ditawari pekerjaan atau kesempatan apapun yang melibatkan perpindahan negara ataupun batas area kota anda tinggal
2.    Jangan percaya siapapun. Walaupun orang terdekat atau yang sudah mulai kita percaya, terlebih lagi orang yang baru kita kenal
3.    Jangan menyerahkan barang berharga anda ketika anda diminta untuk memberikan passport, KTP, dokumen-dokumen penting, dan dompet anda.
Ingat, Perdagang orang memang tidak bisa dihentikan dan diberantas secara tuntas, tetapi dengan kita bergerak bersama, kita bisa meredam dan menyelamatkan lebih banyak jiwa yang pelan-pelan jumlahnya akan semakin banyak. Dukung kami FIGHT.BDG untuk terus mengkampanyekan gerakan anti-human trafficking secara bersama-sama.

Sabtu, 22 Juni 2013

FightBDG Goes to Washington!

Oleh: Fauzan Rezda M.
             
Hari ini menginjak tanggal 23 Juni 2013, bertepatan dengan hari Minggu, pagi yang cerah dan juga bersejarah. Bagi banyak warga Bandung, mungkin hari ini menjadi sebuah awal dari harapan baru bagi Bandung di masa depan. 8 calon pemimpin Bandung menunggu untuk dipilih dan diberi tanggung jawab yang tidak mudah. Harapan kami, siapapun yang mengemban tanggung jawab itu, amanah harus dipegangnya dengan kuat.

Namun, tidak hanya itu, 23 Juni 2013 merupakan salah satu hari penting bagi FightBDG. Grace Christina Tobing, bagian dari kami yang juga merupakan ketua FightBDG, berangkat ke Washington D.C dalam rangka memenuhi undangan dari Student Opposing Slavery (SOS) untuk berpartisipasi dalam Student Opposing Slavery International Summit yang akan diselenggarakan pada tanggal 24-28 Juni. Dalam pertemuan itu, selain FightBDG, beberapa pihak yang akan terlibat antara lain MTV Exit, Polaris Project dan juga GoodWeave. Disana Grace akan berbagi pengalaman dan juga menjadi salah satu pembicara untuk para pelajar dan pemuda tentang bagaimana FightBDG melakukan kampanye perlawanan perdagangan orang di Bandung. 

SOS ini sendiri merupakan salah satu organisasi pelajar di Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 2012 untuk bergerak dalam bidang pembangunan kesadaran akan tindak kriminal perdagangan orang. Grace dan FightBDG datang dan diundang menjadi salah satu representasi pemuda yang peduli dalam perlawanan terhadap perdagangan orang. Yang perlu diingat, FightBDG merupakan satu-satunya representasi dari Asia yang diundang dalam pertemuan ini.

Semoga kabar ini dapat menjadi berita baik yang juga dapat tersebar dan menjadi semangat tersendiri bagi kita semua bahwa kebersamaan ini harus dipupuk untuk melawan tindak perdagangan orang. Sudah semestinya manusia untuk dimanusiakan.
Good luck and break a leg, Grace!


Untuk info lebih lanjut mengenai Student Opposing Slavery: http://studentsopposingslavery.org/about/

Selasa, 18 Juni 2013

Domestic Workers in Indonesia

Oleh : Doni Marmer

Selama ini kita sebagai orang-orang yang dapat mengakses ekonomi kelas menengah ke atas sangatlah lazim untuk memiliki PRT (Pembantu Rumah Tangga). Dengan spesifikasi pekerjaan yang bervariasi, seperti membersihkan rumah, merawat perabotan, memasak, mencuci baju, mengurus halaman, teknisi rumah tangga, menjaga hewan peliharaan, bahkan merawat anak. Namun pekerjaan ini adalah pekerjaan dengan batasan waktu yang hampir tidak ada garisnya.
Terlebih lagi dengan pekerjaan yang sangt banyak, gaji yang mereka terima memang sangat tipis dibawah UMR (upah minimum regional) bahkan ada yang sangat jauh di bawahnya. Sebagian besar memang menyayangkan gaji mereka, tetapi hanya sebatas keluhan, tindakannya banyak terhalang pemikiran moril yang mendalam.
Dalam hal ini, PRT adalah yang paling rawan terjaring sebagai korban eksploitasi dan perdagangan orang. Karena lingkungan mereka bekerja adalah area private dengan tingkat privasi yang cukup tinggi, sehingga sangat susah untuk dideteksi apakah kondisi mereka ‘aman’ atau ‘dalam bahaya’.
Fenomena PRT memang sudah sangat lama timbul, dan sebagian besar adalah masalah perkerja di bawah umur, dan pelaksanaan jam kerja yang berlebihan tanpa hari libur, serta tindakan kekerasan terhadap PRT yang sangat jarang di ekspos. Kami tidak akan bilang bahwa isu tersebut banyak terjadi terhadap Buruh Migran, faktanya, secara domestik, dalam negri kita sendiri, PRT juga diperlakukan semena-mena.
Mungkin dengan kejadian yang terjadi beberapa minggu lalu di KJRI Saudi Arabia, kita paham bahwa hak untuk medapatkan pelayanan dan terutama perlindungan negara terhadap warga negaranya kurang maksimal. Kontroversinya adalah apakah pemerintah tidak bisa bekerja dengan baik, atau saking banyaknya TKI yang ilegal dan terjebak dalam kondisi mengenaskan seperti ini. (Penulis secara pribadi ingin menyalahkan pihak agensi TKI ilegal yang seharusnya diberantas.)
Coba lihat ke sekitar kawasan anda tinggal, perhatikan PRT yang bekerja baik tinggal bersama majikan atau pulang pergi. Amati lebih baik apakah umur mereka sudah layak untuk bekerja, dan apakah perlakuan yang didapatkan dari majikan dan agen sudah sesuai. Seperti apapun, upah mungkin akan selalu dipertanyakan seiring banyaknya bahan baku yang juga ikut menaikan harga mengikuti tren kenaikan harga BBM.
PRT termasuk Buruh Migran dan TKI lainya adalah bagian dari sistem sosial dan ekonomi untuk keberlangsungan negara ini. Cap “Pahlawan Devisa Negara” yang melabelkan para TKI terkesan hanya bentuk sarkasme akan kerja keras mereka. Yang perlu kita lakukan memang tidak bisa banyak sebagai warga pada umumnya.
Yaitu dengan membantu meningkatkan perhatian masyarakat, tetangga, keluarga, dan kerabat bahwa PRT juga harus mendapatkan haknya sebagai seorang pekerja setelah memenuhi kewajibanya. Seperti upah yang layak, jam kerja yang sesuai, hak untuk mendapatkan libur pada hari libur, serta hal yang menyangkut masalah moral juga. PRT bukanlah barang dan bukan objek, bukan juga komoditas murahan. Ketimbang menjadi pemalas dan memerintah, perhatikan lebih baik perlakuan kita, atau ingatkan kerabat untuk menghentikan eksploitasi dan tindak kekerasan terhadap PRT (baik verbal maupun secara fisik).
Hal ini yang menjadi amanat kita sebagai penanggung jawab mereka ketika kita meminta mereka untuk bekerja. Semoga nasib PRT Indonesia dan para Buruh MIgran dan TKI dapat dengan aman dan lebih teliti dalam memperhatikan praktik human trafficking dan eksploitasi dalam lingkungan pekerjaanya. Dan juga bantu kami meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gerakan melawan perdagangan orang dan menghentikan eksploitasi. Agara banyak yang terselamatkan dan membantu mereka menambah ilmu agar lebih teliti dan tidak terjebak dengan agensi ilegal.
for supporting us :
Twitter       : @fightBDG

Email         : fightbandung@gmail.com
                   fightbdg-team@googlegroups.com

Kamis, 06 Juni 2013

Open Recruitment

Hampir setahun FightBDG berjalan dan tidak menduga dukungan yang teman-teman berikan sungguh begitu besar. Sampai pada akhirnya, saat ini kami merasa memerlukan tenaga tambahan untuk mencapai misi kami ini. Kami rasa energi positif ini memang harus disebarkan dalam porsi yang besar juga jangka yang panjang.

Dan jika kalian merasa bahwa kalian merupakan orang yang kreatif dan memiliki kemauan yang besar untuk mengakhiri era gelap kemanusiaan, ya kalianlah orang yang kami cari. Kami membuka pintu selebar-lebarnya pada kalian untuk bergabung dalam Open Recruitment yang kami adakan pertama kali ini.

Mari bersama-sama dan bergotong royong menjadikan tindak kriminal Perdagangan Orang hanyalah sebuah sejarah di masa lampau. Kami tunggu sampai tanggal 11 Juni 2013 ya. :)


Silahkan isi formulir disini: 
Formulir



Sabtu, 04 Mei 2013

Beribu Simpati untuk Korban Kerja Paksa di Tangerang

Hal yang cukup mengejutkan ketika kami mendengar kabar dari KontraS bahwa mereka telah menyelamatkan 28 orang di Tangerang yang diduga korban penyekapan berkat laporan dari 2 orang mantan korban yang telah berhasil melarikan diri.

Sungguh ironis ketika kita dan banyak teman-teman berteriak dan juga bersusah payah menyuarakan keselamatan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Harapan kita sangat tinggi agar para saudara-saudara kita yang mencari sesuap nasi di negeri orang itu dapat diperlakukan dengan baik. Tetapi, justru saudara-saudara kita yang notabene merupakan satu bangsa justru tega memperlakukan hal kejam seperti itu. Ya, perbudakan itu nyata ada di depan kita, bahkan dilakukan oleh sesama rakyat Indonesia.

Pola penyekapan ini dapat dibilang mempunyai pola yang sama dengan apa yang sudah terjadi sebelumnya dan sering kita sebutkan. Telepon genggam dan semua alat komunikasi mereka disita sehingga korban tidak mempunyai celah untuk berhubungan dengan dunia luar, penyiksaan dan ancaman kerap dilakukan untuk memberi tekanan pada korban untuk tidak melarikan diri dan semua itu dilakukan atas dasar tujuan komersil. Tapi diluar itu, ada beberapa hal yang akan kita coba soroti disini, yaitu bagaimana keberanian dari Andi (20) dan Junaedi (19) yang berhasil melarikan diri dan juga bagaimana seharusnya kita membuka mata terhadap hal-hal seperti ini.

Tidaklah mudah mengambil keputusan untuk melarikan diri dengan resiko babak belur dan dengan kemungkinan tertangkap yang besar. Namun pada nyatanya, hal tersebut lah yang dilakukan oleh Andi dan Junaedi. Hal ini yang mungkin harus kita pelajari lebih dalam untuk bagaimana keluar dari kondisi seperti ini. Puji syukur proses pelarian diri ini tidak menyita korban. Di waktu depan, mungkin kami akan mencoba mewawancarai salah satu dari mereka, karena bagaimanapun pengalaman adalah pelajaran yang sangat berharga. Dan semoga dari kejadian ini kita seharusnya tahu apa yang harus kita lakukan jika berada dalam kondisi seperti ini.

Yang kedua adalah bagaimana seharusnya kita membuka mata terhadap hal-hal seperti ini. Sangat disayangkan ketika masyarakat sekitar tidak bereaksi terhadap adanya penyekapan ini. Kami belum mendapatkan informasi yang pasti apakah masyarakat memang tidak tahu akan adanya penyekapan ini ataupun mereka lebih memilih diam dan tidak melaporkan. Tetapi yang pasti, seharusnya kita tidak mempunyai alasan untuk membiarkan peristiwa seperti ini terjadi. Bagaimanapun, hal seperti ini bukanlah hanya perkara yang hanya harus diurus oleh kepolisian, Ormas HAM ataupun pemerintah, melainkan kita semua. Ya, kita semua. Apapun alasannya, praktek perbudakan ataupun kekerasan seperti ini harus dihentikan. Dan mungkin salah satu cara termudah yang bisa kita lakukan adalah, pedulilah pada sekitar dan laporkan sesegera apabila terdapat hal yang patut dicurigai.

Dalam tulisan ini, kami segenap FightBDG, menyematkan rasa simpati pada korban. Yang hanya bisa kita lakukan adalah mendoakan proses penyembuhan trauma dan juga luka fisik akibat penyiksaan bisa lekas terjadi. Dan semoga keadilan bisa terpenuhi dengan baik, salah satunya adalah sang pelaku dijerat dengan hukum seadil-adilnya

Dan yang harus kita ingat adalah lingkungan kita, tanggung jawab kita.





Sumber diambil dari rilis pers KontraS: http://www.kontras.org/index.php?hal=siaran_pers&id=1701