Minggu, 01 Desember 2013

SELAMAT HARI PEMBEBASAN PERBUDAKAN, mari kita rayakan!

Salam hangat.

Hari ini merupakan Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan mengingat penerapan Konvensi PBB untuk Pemberantasan Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Pelacur (resolusi 317 (IV) 2 Desember 1949). Untuk mengingat konvensi, sebuah laporan PBB Kelompok Kerja Perbudakan direkomendasikan pada tahun 1985 bahwa tanggal 2 diberitakan Hari Dunia untuk Penghapusan Perbudakan dalam segala bentuknya. Pada tahun 1995, hari ini dikenal sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan. (Laporan PBB)

Untuk merayakan hari kebebasan ini, kami, FightBDG - sebuah organisasi non pemerintah berbasis komunitas yang fokus pada pencegahan perdagangan orang dan eksploitasi modern - menginisiasi sebuah peringatan bertajuk "Festival Kebebasan". Kami melakukan aktivasi ruang publik di beberapa titik rentan, melakukan kunjungan ke sekolah dan membuat sebuah pertunjukan seni.

Kabar baiknya, kamu bisa jadi bagian dari Festival Kebebasan ini.
Caranya;

Kamu bisa cerita atau mendukung gerakan kami dengan mengikuti @FightBDG di Twitter dan membubuhkan tagar#FestivalKebebasan dan/atau #FIGHTslavery

atau

Kalau kamu suka olahraga, kamu bisa ikutan "Running for FREEDOM" yang akan berlangsung pada 8 Desember 2013. Kamu bisa daftar langsung lewat tautan berikut; http://bit.ly/RUN4FREEDOM Donasi minimal IDR 20.000 dan kamu bisa dapetincampaign kit yang keren banget. 

Kalau kamu ingin ikut merayakan kebebasan ini, dateng yuk ke "Festival Kebebasan" 8 Desember 2013, pk. 18.00 di Kampung Pulo Sari, Bandung. 
Banyak hal seru yang akan kita lakukan bersama-sama. Kami sudah menyertakan siaran pers disini.

Mari, jadi bagian dari generasi yang mengatakan cukup pada perbudakan modern dan perdagangan orang.


========================================================================

26 November 2013
Festival Kebebasan
                Tidak banyak yang tahu bahwa 2 Desember merupakan suatu hari yang besar juga selain hari sebelumnya merupakan hari AIDS, yaitu International Abolition Day of Slavery atau Hari Penghapusan Perbudakan Internasional. Peringatan ini menjadi sebuah momentum yang penting mengingat Indonesia berada di peringkat 15 di tingkat Asia dan 114 di tingkat global untuk jumlah perbudakan tertinggi (Walk Free Foundation, 2013).
                Oleh karena itu, FightBDG menginisiasi sebuah festival yang bertajuk Festival Kebersamaan. Festival ini merupakan sebuah bagian dari peringatan Hari Penghapusan Perbudakan Internasional sekaligus menjadi bagian dari kampanye yang dilakukan FightBDG untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya perdagangan orang dan juga perbudakan.
                Adapun festival ini terdiri dari 5 acara yang akan terbagi ke dalam 3 hari pelaksanaan. Di acara pertama yang bertajuk Seni Sebagai Bahasa Kebebasan’ akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2013. Acara ini merupakan pertunjukan seni diselingi pemberian materi berupa oral dan juga zine di 2 tempat titik rentan terhadap perdagangan orang dan eksploitasi modern, yaitu Pasar Sederhana dan Terminal Cicaheum. Acara kedua yang berbentuk School Outreach’ akan dilakukan pada tanggal 5 Desember bertempat di SMA Santa Maria 2. Di acara ini juga akan dihadiri oleh sekitar 700 siswa baik SMP maupun SMA.
                Dan di tanggal 8 Desember sendiri akan dilaksanakan 3 acara, yaitu Tabligh AkbarRunning to Fight for Freedom dan Ngariung di Pulosari. Tabligh Akbar akan dilaksanakan pada pagi hari di Ponpes Darut Tauhid yang juga akan diisi oleh Ustadzah Ninih[1] yang akan memberikan materi mengenai pentingnya menghindari perbudakan.
Disambung dengan Running to Fight for Freedom pada malam hari yang akan dimulai dari Gedung Sate menuju Kp. Pulosari sejauh 5 km. Para peserta akan membawa light stick sebagai simbol pencerahan bagi sesama dan  berlari sebagai analogi kebebasan dari segala macam perbudakan.  Acara ini bersifat terbuka untuk umum.
Puncak acara sendiri akan diadakan di Kp. Pulosari yang mana akan

menampilkan penampilan dari Mr. Sonjaya, Rumah Musik Harry Roesli, Ukulele Bandung (Ukeba), Kabaret Bengkel Seni Telkom, B.U.L.B dan Tarawangsa. Di puncak acara ini juga merupakan peluncuran sebuah videoklip yg menjadi alat kampanye yg diproduksi bersama-sama dengan: RMHR, Mahidhara Creative Works, Mia Diwasasri, Dimas Wijaksana, Tesla Manaf Efendi dan teman-teman lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut:
+6283879787757 (Grace)


[1] Menunggu Konfirmasi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar